Posts

Semoga Beruntung

Anggap saja kita sama-sama berjalan menuju titik yang kita nanti.Anggap saja apa yang kita lakukan selama ini adalah yang terbaik untuk kita. Anggap saja semuanya seperti benar-benar halnya ada. Mungkin keadaan sering mempersilahkan kita untuk sendiri. Tapi tolong, jangan pernah merasa sendirian. Coba, lihat disekitarmu. Apa yang mungkin untuk kau cintai, maka mendekatlah dan menghangatlah. Jika tidak ada juga, ambil lah cermin lalu hadapkan kedepan wajahmu. Cantik, kan? Iya. Lihat matamu ada pelanginya. Jika tak ada apa, atau siapa yang bisa kau cintai, setidaknya cintai dirimu sendiri. Atau kau bisa coba lihat aku. Aku bantu kau untuk mencintai dirimu sendiri. Sehingga kini hitungannya ada dua orang yang mencintaimu. Empat. Dengan kedua orangtuamu. Mungkin lima atau sepuluh dengan keluargamu. Hei, banyak yang mencintaimu. Lalu untuk apa kau merasa sendiri. Kalau gitu, aku buat cinta yang unik saja. Cinta yang diam-diam tapi tak pernah padam. Cinta dari aku yang sudah beberapa kali te...

Selamat Purnama

Atau aku, yang terlalu bukan siapa-siapa? Atau mungkin cahayanya menyinari tempat yang bukan aku? Semoga apa yang kau sinari adalah tempat yang membutuhkannya. Seperti gelap yang paling hitam layaknya kisah yang terlalu kelam. Sebab ada beberapa cahaya yang tak mampu menerangi hanya karena ia salah tempat untuk menerangi. Ada pula kegelapan yang dibiarkan menggelap tanpa sedikit pun terentuh cahaya. Maka bisa dipastikan keberadaanku tersentuh olehmu. Cahaya kecil itu, secercah harapan menuju pintu keluar, menuju kebebasan berperasaan, menuju sebuah tempat dimana kenyamanan tersimpan aman. Hingga gelap malamku tak terasa begitu kelam dan gulita bukanlah lagi sebuah perkara. Dan indahnya pagi adalah sebuah janji dan secangkir kopi serupa takdirku, yang diseduh langsung oleh tangan mungilmu. Pahit, namun harus tetap kuteguk agar kau tak kecewa. Jadilah kesatuan pagi, siang, sore dan malam yang cemerlang. Seperti alasan untuk terus mengejarmu. Soal keindahan tanpa waktu, pengejaran angan y...

Sudut Lain

Aku cinta sekali dengan musik, aku juga menyukai dunia tulis-menulis dan aku bodoh rasanya memanfaatkan hobi-hobiku sedemikian kerennya untuk hal-hal bodoh. Kadang aku ingin membawa seseorang lebih kedalam apa yang ingin aku sampaikan. Syukur-syukur mereka bisa menerimanya. Entah dari sisi kewarasan logika, atau ketidakwarasan hati. Karena kita takkan pernah tahu isi orang lain. Hati dan kepala kita hanya bisa menerka, mengira dan berprasangka. Nah, makanya, jangan dulu menilai benar atau salah sesuatu yang bahkan belum kita tahu secara pasti. Tapi, sepertinya, kita lebih mudah menerima omongan orang daripada karya-karya buatan kecil-kecilan demikian. Kadang kala omongan orang mampu membuat kita berani bertindak ataupun mengambil keputusan. Kadang kala omongan orang mampu membuat kita menjadi orang yang tak pandai syukur, tak menghargai diri sendiri bahwa sebenarnya yang lebih pantas untuk melakukan apapun terhadap diri sendiri bukanlah siapapun, melainkan diri kita sendiri. Kita dibua...

Langit Termegahku

Keangkuhanmu begitu manis Berjalan secara perlahan tapi mengiris Tiba-tiba sudah sampai diujung tangis Menyediakan telinga untuk mulut yang tragis   Iya, kau begitu tinggi Sangat tinggi hingga tak tergapai Tak apa, sebab tak ada langit diatas langit bagimu Terkecuali didalam bumi masih ada bumi Akulah bumi terbawah itu Saat aku menganggap bahwa kau adalah langit termegahku

Terima Kasih Telah Datang

Dikaguminya dirimu oleh seisi jiwa yang tak punya rasa malu. Sosok yang biasa-biasa saja ini hanya punya nyali, padahal sudah lelah urusan mencintai. Tatapanku mungkin akan mengganggumu, tapi tatapanmu membutakan seluruh dukaku. Sorot mata yang penuh dengan kedamaian. Ah, siapa yang tidak suka ditatap seperti itu. Siapa yang tidak suka dibawa ke dunia yang bernuansa syahdu. Lantas aku berdoa, yang isinya bukan tentang kita bersamu, akan tetapi tentang kebahagiaanmu. Sebab bahagiamu adalah bahagiaku juga Kasih, kata-kataku terbatas. Tindakanku kurang cerdas. Tapi kata-kataku takkan pernah habis. Ia selalu ada berbentuk doa. Tindakanku juga cukup tegas, mengutamakan apapun itu asal kau bahagia. Tahu tidak? Berjuang sendirian membutuhkan lebih dari sekadar kata-kata dan tindakan. Kadang tidak ada hal lain yang dibutuhkan dari seseorang yang berjuang sendirian, ketimbang membiarkan waktu untuk bisa menyadarkan. Wajar rasanya jika tak tergapai, wajar jika tak ada yang aku dapatkan selain ak...

Banjir Tanda Berakhir

01/01/2020 Tahun baru lalu diwarnai dengan meledaknya kembang api tepat di ulu hati. Kau bersenang-senang dengan dia yang ternyata sudah lama dihati. Lantas apa selama ini yang kita jalani? Ralat, tidak lama. Tapi cukup memancing harapan. Lantas apa isi dari omonganmu bahwa terasmu belum pernah diduduki oleh dirimu dan kekasihmu? Lantas apa arti dari sandaran yang kau lakukan setiap kali merasa lelah? Hujan turun begitu deras malam itu. Baru kali ini aku tertidur satu tahun lamanya. Saat aku terbangun, tahun 2020 baru berlangsung selama satu jam. Pukul 1 pagi. Hujan masih turun begitu deras. Ajakanku semalam tak berbalas. Ajakan untuk bisa membawamu keluar menikmati pergantian tahun. Betapa terkejut saat melihat beberapa story yang cukup melukai hati. Ini bukan pergantian tahun, ini pergantian hati. Ini bukan pesta kembang api yang meledak dilangit, ini pesta kembang api yang meledak tepat di ulu hati. Mataku menolak tertidur hingga subuh menjelang. Jelas, aku sudah cukup tidur. Ditamb...

End Of Contract

Dua tahun sudah saya melayani masyarakat Kelapa Gading yang ingin mencari peralatan alat tulis, perlengkapan kantor, tas dan benda-benda perintilan lainnya. Dua tahun sudah saya mengabdi pada sebuah toko jendela dunia. Dua tahun sudah saya bikin anak-anak orang baper tapi tidak pernah saya berikan kepastian. Maaf ya. Dua tahun sudah terlewati. Dan tiba saatnya saya akhiri semua. Tak terasa ya? Hilih, tak terasa darimana. Terasa sekali. Capeknya. Tekanannya. Dan yang paling penting, pelajarannya. Ya, bagi orang-orang loyo, lemah dan sok jiwanya paling mahal, mungkin capek dan tekanan adalah sesuatu yang haram. Latihan men latihan! Latihan biar nggak jadi orang yang letihan. Ya, bagi saya ini cukup terasa. Semua terlalu terasa untuk kenangan-kenangan indahnya (anggap saja nggak ada yang buruk). Semua terlalu terasa untuk kehangatan teman-temannya (anggap saja nggak ada yang bermuka dua). Dan mati rasa untuk segala hal-hal buruk; pulang mundur dan lain sebagainya. Ya, namanya ju...