Cara Agar Tidak Terhasut Berita Hoax

source image: http://www.adweek.com/
Pemberitaan informasi hoax maupun yang mengandung provokatif menurut pegiat media sosial Septiaji Eko Nugroho makin banyak terjadi seiring dengan suasana politik seperti pemilu.

Fasilitas informasi yang mudah diakses membuat banyak orang termakan berita yang belum jelas kebenarannya sehingga masyarakat sangat membutuhkan pemahaman memakai internet dengan baik.

Penularan hoax dianggap meresahkan karena tidak memandang tingkat pendidikan, orang yang memiliki gelar dalam bidang akademis pun terkadang ikut menyebarluaskan informasi palsu.

Berita hoax bisa berbuntut pada konflik di media sosial sampai konflik di dunia nyata. Agar tidak mudah terhasut dengan berita hoax, lakukanlah hal-hal berikut ini :

1. Perhatikan Judul dan Isi Berita.

Berita Hoax pada umumnya bernada provokatif. Semestinya bacalah informasi secara menyeluruh, mulai dari judul sampai isinya, kemudian periksalah kembali melalui mesin pencari.

Bandingkan berita yang didapat dengan berita di media lain untuk menemui sudut pandang yang berbeda. Terkadang berita hoax memiliki isi berita yang serupa dengan apa yang beredar di media lain, tetapi judulnya diganti sehingga jauh berbeda.

2. Perhatikan Alamat website

Jika Anda mendapatkan informasi hoax berupa pemberitaan media, cek nama media yang memosting berita sekaligus alamat situs web. Jika bukan termasuk media jurnalistik yang terdaftar di Dewan Pers, Anda harus mempertimbangkannya lagi untuk percaya pada informasi tersebut.

3. Cek fakta

Perhatikan narasumber yang dituliskan dalam berita tersebut, apakah berasal dari sumber resmi atau yamg mempunyai kredibilitas.

Anda juga sepatutnya bisa membedakan antara fakta dan opini. Fakta merupakan peristiwa yang terjadi dan ada bukti, sedangkan opini adalah pendapat dan kesan dari penulis.

4. Cek foto

Tak hanya berita, foto pun bisa dibuat hoax dengan memberi keterangan atau caption yang berbeda. Tak jarang foto sengaja diedit untuk memprovokasi Anda.

Unduh foto tersebut lalu buka mesin pencarian gambar, seperti Google Images. Drag foto ke kolom pencarian dan cek hasilnya untuk mengenal sumber dan caption asli foto tersebut.

5. Ikut komunitas anti-hoax.

Komunitas media sosial membentuk grup atau fanpage anti-hoax untuk mengamati berita palsu yang tersebar. Pengguna bisa bertukar dan bertanya informasi apakah yang dia dapat hoax atau bukan.

Comments

Popular posts from this blog

Seingatku

Neraca Lajur

Yang Harus Kau Pahami